Administrative Distance (AD) pada Routing IP

Posted: June 17, 2009 in Cisco

Ehm,, nemu lagi nich,, setelah cari-cari AD (bukan Angkatan Darat ya),, tapi Administrative Distance.. Itu loch,, penomberan metric protocol routing.. Jadi gara-gara AD Ini sebuah routing akan dilewatkan kemana,, so pasti jika nilai AD nya lebih kecil maka protocol tsb akan lebih di percaya / reliable. Jadi misalkan gini bro,dikantor lw punya 2 koneksi atau routing, yang satu EIGRP satu lagi pake protocol OSPF, jika dilihat dari AD nya EGIRP lebih rendah dibanding AD OSPF. AD EIGRP 90 dan OSPF 110, so routing yang akan dipakai EIGRP itu jika mengacu default AD nya, lain halnya jika AD nya sdh diubah, dan intreface routingnya sdh maenin delay tentunya berbeda hasilnya , Ok selanjutnya silahkan baca sendiri disini

Administrative distance (AD) adalah fitur yang dimiliki oleh router untuk memilih jalur terbaik ketika terdapat dua atau lebih jalur menuju tujuan yang sama dari dua routing protocol yang berbeda. Administrative distance menyatakan “reliability” dari sebuah routing protocol. Tiap routing protocol diprioritaskan terhadap yang lain dengan bantuan besaran/nilai Administrative Distance (AD).

Pemilihan Jalur Tebaik [The Best Path]
Administrative distance adalah kriteria pertama yang digunakan oleh router untuk menentukan routing protocol yang harus dijalankan, jika terdapat dua routing protocol yang menyediakan jalur untuk tujuan yang sama. AD adalah sebuah ukuran “trustworthiness” dari source of routing information. AD hanya mempunyai local significance, dan tidak melakukan advertise dalam routing update.

Nilai AD yang lebih kecil, lebih dipercaya/reliable. Contoh, Jika sebuah router menerima informasi tentang jalur menuju jaringan tertentu dari Open Shortest Path First (OSPF) (default administrative distance – 110) dan Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) (default administrative distance – 100), Router akan memilih IGRP karena IGRP lebih dipercaya/reliable karena memiliki AD yang lebih kecil dibandingkan OSPF.
Jika source address untuk IGRP hilang atau tidak dikenal, maka router akan memilih/menjalankan routing OSPF sampai IGRP aktif kembali.

Tabel Nilai Default Administrative Distance (AD) pada Router Cisco:

Route Source Default Distance Values
Connected interface 0
Static route 1
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) summary route 5
External Border Gateway Protocol (BGP) 20
Internal EIGRP 90
IGRP 100
OSPF 110
Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS) 115
Routing Information Protocol (RIP) 120
Exterior Gateway Protocol (EGP) 140
On Demand Routing (ODR) 160
External EIGRP 170
Internal BGP 200
Unknown* 255

* Jika administrative distance 255, artinya router tidak mengenali source, sehingga route/jalur tidak akan diinstall/disimpan dalam table routing.

Jika anda menggunakan “route redistribution”, anda harus memodifikasi administrative distance dari Routing Protocol yang digunakan sehingga bisa melakukan prioritas. Contoh, anda ingin router memilih protocol RIP (AD 120) daripada IGRP (AD 100) ke tujuan yang sama. Anda harus memperbesar administrative distance untuk IGRP lebih dari 120, atau menurunkan administrative distance RIP lebih kecil dari 100.

Anda juga bisa memodifikasi administrative distance dengan menggunakan “distance command” pada “routing process subconfiguration mode”. Command ini menunjukkan bahwa “administrative distance” diterapkan pada “route/jalur” yang digunakan oleh “routing protocol” tertentu. Anda harus menggunakan prosedur ini ketika melakukan migrasi jaringan dari satu “routing protocol” tertentu ke “routing protocol” yang lain, dan route/jalur yang dipilih paling akhir adalah yang mempunyai nilai “administrative distance” terbesar. Perubahan administrative distance bisa menyebabkan “routing loops” dan “black holes”. Jadi, harap berhati-hati jika anda ingin merubah administrative distance.

Berikut contoh 2 routers, R1 & R2, yang terhubung via Ethernet. Interface Loopback melakukan “advertise” RIP dan IGRP pada kedua router. Terlihat bahwa IGRP lebih disukai (preferred) daripada RIP pada tabel routing karena administrative distance-nya 100.

R1#show ip route

Gateway of last resort is not set

172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Ethernet0
I 10.0.0.0/8 [100/1600] via 172.16.1.200, 00:00:01, Ethernet0
C 192.168.1.0/24 is directly connected, Loopback0

R2#show ip route

Gateway of last resort is not set

172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Ethernet0
C 10.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0
I 192.168.1.0/24 [100/1600] via 172.16.1.100, 00:00:33,

Agar router R1 lebih memilih RIP daripada IGRP, ubah distance seperti dibawah ini:

R1(config)#router rip
R1(config-router)#distance 90

Sekarang lihat pada routing tabel. Router lebih memilih RIP. Router melihat RIP dengan AD 90, walaupun defaultnya 120. Catatan, bahwa nilai baru AD hanya untuk router proses dari single router (dalam hal ini R1). R2 masih memiliki IGRP dalam routing tabelnya.

R1#show ip route

Gateway of last resort is not set

172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Ethernet0
R 10.0.0.0/8 [90/1] via 172.16.1.200, 00:00:16, Ethernet0
C 192.168.1.0/24 is directly connected, Loopback0

R2#show ip route

Gateway of last resort is not set

172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Ethernet0
C 10.0.0.0/8 is directly connected, Loopback0
I 192.168.1.0/24 [100/1600] via 172.16.1.100, 00:00:33,

Tidak ada panduan secara umum merubah AD, karena kebutuhan setiap jaringan berbeda dan bervariasi. Anda harus menentukan matrix AD yang sesuai untuk jaringan secara keseluruhan.

Penerapan lain Administrative Distance

Salah satu alasan merubah nilai administrative distance adalah ketika anda menggunakan Routing Static untuk membackup routing lain seperti IGP. Hal ini digunakan untuk mengaktifkan link backup ketika primay link down/fail.

Contoh, anda menggunakan routing tabel R1. Dalam hal ini terdapat line ISDN yang berfungsi sebagai backup jika link utama/primary down/fail. Berikut contoh “Floating Static” untuk rute ini:

ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 Dialer 1 250

!— Note: The Administrative Distance is set to 250.

Jika interface Ethernet down/fail, atau secara manual dijatuhkan (shutdown) pada interface Ethernet, “floating static route” segera beraksi dalam tabel routing. Semua traffic yang menuju network 10.0.0.0/8 selanjutnya akan melalui interface Dialer 1 sebagai link backup. Berikut tabel routing setelah primary link down:

R1#show ip route
Gateway of last resort is not set
172.16.0.0/24 is subnetted, 1 subnets
C 172.16.1.0 is directly connected, Ethernet0
S 10.0.0.0/8 is directly connected, Dialer1
C 192.168.1.0/24 is directly connected, Loopback0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s